• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Cara Membuat Blog SEO

Psikolog Pekanbaru

Iklan

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • Agustus 2020 (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Label

  • Bahasa Kasih
  • Graphology
  • NLP
  • Parenting
  • Psikolog Pekanbaru
  • Psikologi
  • Psikotes

Laporkan Penyalahgunaan

  • Beranda
  • PSIKOTES
  • HUBUNGI KAMI

Mengenai Saya

Foto saya
mindabrilian
Minda Brilian Sukses adalah penyedia jasa Psikologi di Pekanbaru, Hipnoterapi Klinis dan layanan Training pengembangan sumber daya manusia. Membantu mengatasi persoalan emosi, perilaku dan penyakit psikosomatis. HP/WA 0813 7853 7379 IG.@mindabrilian
Lihat profil lengkapku
  • Home
  • About
  • Kontak
  • Sitemap
  • Galeri
  • Dropdown Menu ▼
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5
  • Blogging

Sabtu, 29 Agustus 2020

Home » Bahasa Kasih , Parenting , Psikolog Pekanbaru , Psikologi » JANGAN MENCINTAI ANAKMU

JANGAN MENCINTAI ANAKMU

  mindabrilian     Sabtu, 29 Agustus 2020

 SUDAHKAH ANAK MERASA DICINTAI?

(Part 1)

 


Setiap kali melakukan sesi konseling pada orang tua yang membawa anaknya terapi  terapi karena “dianggap’ bermasalah seperti malas belajar, sulit konsentrasi, kurang percaya diri, mogok sekolah dan gagap. Pertanyaan yang selalu saya ajukan adalah “Sudahkah anak bapak/ibu merasa dicintai oleh orangtuanya?  Dan jawaban yang selalu muncul adalah; “kami sangat sayang dan selalu memenuhi kebutuhannya, apapun yang diminta selalu kami berikan, kalaupun kami marah atau menghukumnya itu untuk kebaikannya, pastilah dia merasa dicintai”

Boleh jadi Ayah bunda yang membaca tulisan ini juga merasa demikian, sebagai orang tua pastilah mencintai anaknya dan yakin bahwa anak pasti merasa dicintai. Dulu,sebelum mempelajari mind technology dan praktik sebagai hipnoterapis  itu juga yang kami - terutama saya- yakini. Sebagai orang tua kami merasa sangat yakin, anak-anak kami sudah pasti merasa dicintai, karena sejak bayi setiap hari kami membanjiri dengan kata-kata sayang, cinta, dan selalu berusaha memenuhi apapun kebutuhannya.

Namun semenjak berinteraksi dan membantu banyak klien anak dan orang dewasa dengan berbagai permasalahannya baik psikologis maupun psikosomatis seperti kecanduan pornografi, kecanduan games, kurang percaya diri, gagap, kecemasan, sulit tidur, obesitas, GERD selalu menemukan bahwa akar masalah dan penyebab lanjutan yang memicu munculnya simtom baik fisik maupun psikologis adalah perasaan tidak aman, perasaan tidak dicintai, merasa tidak diterima dan disayangi oleh orang tua. Perasaan tersebut muncul akibat perlakuan orang tua yang diterimanya dan dimaknai secara negatif. Misalnya beberapa klien pada masa kecilnya pernah dikurung dikamar mandi, dipukul dengan ikat pinggang, dibandingkan dengan saudara, atau terlambat dijemput di sekolah sewaktu TK. Meskipun disisi lain orang tua selalu memberi hadiah, selalu mengatakan sayang pada anaknya.

Yang penting diperhatikan bukan seberapa besar orang tua mencintai anaknya, namun apakah anak sudah merasa dicintai dan disayangi oleh orang tuanya.

TANGKI CINTA

Dalam diri anak dan setiap orang selalu ada ruang dalam dirinya untuk menampung perasaan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya, yang dapat kita istilahkan sebagai Tangki Cinta. Ada tangki cinta ayah dan ada tangki cinta ibu. Tangki Cinta Ayah hanya dapat diisi oleh ayah demikian juga dengan tangki cinta ibu hanya dapat diisi oleh ibu. Tangki ini bisa terisi penuh, setengah atau bahkan kosong. Tangki cinta ini akan terisi jika anak merasa aman, merasa dicintai atau merasa diterima oleh ayah ibunya dan akan berkurang isinya saat anak merasa tidak aman atau tidak dicintai seperti saat dihukum, saat dibohongi, saat ditinggalkan.

Jika tangki cinta ini penuh, anak pasti merasa aman, sehingga sikap, perilaku dan ucapannya selalu baik, menuruti apa yang orang tua mau, dapat berkembang dengan sehat dan bahagia. Lalu apa yang terjadi saat isi tangki kosong? Tentu anak merasa tidak aman, sehingga muncullah perilaku berbohong, melawan, ucapan yang kasar, menolak saat diperintah atau bahkan sakit.

Jika diibaratkan mobil, apa yang bapak ibu rasakan saat melihat panel indikator bahan bakar menunjukkan posisi F (fuel) , pasti merasa tenang dan aman selama perjalanan bukan? Lalu apa yang dirasakan saat jarum indikator berada diposisi setengah atau bahkan huruf E (empty)? Pasti merasa gelisah, cemas. Benar apa betul?

OK, kalau begitu bagaimana cara orang tua mengisi tangki cinta anak?

Seperti  yang kita pahami sebelumnya, bahwa untuk mengisi tangki cinta dalam diri anak, adalah dengan membuat anak merasa dicintai sehingga merasa aman. Cara untuk membuat anak merasa dicintai adalah dengan melakukan cinta sesuai bahasa kasih yang dimiliki anak.

Apa itu Bahasa Kasih? Dan bagaimana cara mengisi Tangki Cinta dengan bahasa kasih tersebut?

Semoga bersabar menunggu tulisan berikutnya.

Salam Bahagia,

Khairul Anwar

Hipnoterapist

WA. 081378537379

 

By mindabrilian di Agustus 29, 2020
Label: Bahasa Kasih, Parenting, Psikolog Pekanbaru, Psikologi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN MENCINTAI ANAKMU

  SUDAHKAH ANAK MERASA DICINTAI? (Part 1)   Setiap kali melakukan sesi konseling pada orang tua yang membawa anaknya terapi   terapi k...

Recent Posts

Memuat...

Popular Posts

  • JANGAN MENCINTAI ANAKMU
  • Tentang Kami

Labels

Bahasa Kasih Graphology NLP Parenting Psikolog Pekanbaru Psikologi Psikotes

About

SEO Starter is SEO and Mobile Friendy Blogger Template. Responsive Sesuai dengan Rekomendasi Google

Web Links

  • Blogger Platform
  • CMS WordPress
  • Facebook
  • Microblogging
  • Manchester United

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © Psikolog Pekanbaru. All rights reserved. Template by Romeltea Media